Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara, sekaligus menandai kunjungan resmi pertama Presiden Lukashenko ke Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi diplomatik yang telah dibangun sebelumnya, setelah kedua kepala negara bertemu di Belarus pada tahun 2025. Pertemuan di Jakarta diharapkan semakin mempererat kerja sama strategis di berbagai sektor yang menjadi kepentingan bersama.
Dalam suasana penuh persahabatan, kedua pemimpin membahas berbagai isu bilateral, termasuk peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, teknologi, serta peluang pengembangan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
Pemerintah Indonesia memandang Belarus sebagai salah satu mitra potensial di kawasan Eropa Timur, terutama dalam pengembangan industri strategis, mekanisasi pertanian, serta kerja sama teknologi yang dapat mendukung pembangunan nasional.
Selain membahas kerja sama ekonomi, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai dinamika politik internasional, stabilitas kawasan, serta pentingnya memperkuat kerja sama antarnegara berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan, kesetaraan, dan kepentingan bersama.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperluas jejaring diplomasi dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.
Kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko juga diharapkan menghasilkan tindak lanjut konkret melalui penguatan komunikasi antarkementerian, pelaku usaha, serta lembaga terkait dari kedua negara agar berbagai peluang kerja sama dapat segera direalisasikan.
Melalui diplomasi aktif tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan luar negeri yang produktif, memperkuat kemitraan ekonomi internasional, serta mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas global melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
