Jakarta, lajunetwork.id – Langit Istana Merdeka menjadi panggung demonstrasi kekuatan udara TNI Angkatan Udara dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Empat pesawat tempur Dassault Rafale dan dua pesawat angkut Airbus A400M Atlas tampil dalam misi flypast perdana di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Atraksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara dalam upacara peringatan kemerdekaan yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta.
Empat Rafale yang tergabung dalam formasi “Panther Flight” menampilkan sejumlah manuver di hadapan podium kehormatan. Salah satu atraksi yang mencuri perhatian adalah manuver “High-G Turn”, yang memperlihatkan kemampuan pesawat sekaligus keterampilan penerbang TNI AU dalam mengendalikan pesawat tempur tersebut.
Manuver itu ditampilkan setidaknya tiga kali. Rafale terbang rendah dengan kecepatan tinggi sebelum melakukan perubahan arah secara tajam dan kemudian menanjak kembali ke udara.
Saat melakukan manuver High-G Turn, gaya gravitasi yang diterima penerbang meningkat jauh dibandingkan kondisi penerbangan normal. Beban tersebut dapat mencapai 7G dan bahkan lebih dari 9G dalam manuver tertentu.
Atraksi tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dari podium kehormatan.
Selain mempertontonkan kemampuan manuver, empat Rafale juga melakukan flypast bersama dua Airbus A400M Atlas. Pesawat tempur tersebut terbang rendah mengawal pesawat angkut militer terbaru TNI AU dalam satu formasi.
Empat Rafale menggunakan callsign “Macan Flight”, sedangkan dua A400M menggunakan callsign “Atlas Flight”.
Kehadiran kedua jenis pesawat tersebut menjadi sorotan karena pengadaannya dilakukan ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
A400M merupakan pesawat angkut strategis berukuran besar yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, termasuk pengangkutan personel dan logistik. Pesawat ini melengkapi kemampuan angkut TNI AU dalam menjalankan operasi militer maupun misi kemanusiaan.
Dari arah belakang Istana Merdeka, keenam pesawat tersebut melintas dalam formasi sebelum melewati podium kehormatan.
Sebelum penampilan Rafale dan A400M, rangkaian demonstrasi alutsista udara dibuka dengan atraksi delapan helikopter gabungan TNI-Polri.
Helikopter tersebut terbang rendah sambil membawa dan membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa. Formasi itu disebut “Giant Flag Formation”.
Atraksi kemudian dilanjutkan dengan formasi “Nusantara Flight”. Dalam formasi tersebut, sejumlah helikopter TNI dan Polri membawa bendera Merah Putih serta bendera bertuliskan logo HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Formasi itu melibatkan sejumlah helikopter dari berbagai matra.
Dari TNI Angkatan Udara terdapat satu EC-725 Caracal dan tiga NAS-332 Super Puma. TNI Angkatan Laut mengoperasikan satu AS365 Dauphin dan satu AS565 MBe Panther, sementara TNI Angkatan Darat menampilkan dua helikopter AH-64 Apache.
Polri turut ambil bagian dengan dua helikopter AgustaWestland AW169.
Ketika formasi tersebut melintas di depan podium kehormatan, Presiden Prabowo berdiri dan melambaikan tangan kepada para penerbang.
Atraksi udara kemudian dilanjutkan dengan pesan khusus dari para penerbang Rafale. Ucapan tersebut disampaikan langsung dari dalam kokpit pesawat tempur yang sedang menjalankan demonstrasi.
“Kami elang-elang muda TNI Angkatan Udara, dari kokpit pesawat tempur Rafale, yang didatangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto, mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Merdeka!”
Penampilan Rafale, A400M, dan helikopter gabungan TNI-Polri menjadi salah satu rangkaian utama demonstrasi alutsista dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain menjadi pertunjukan di hadapan masyarakat, demonstrasi tersebut memperlihatkan kemampuan personel TNI dalam mengoperasikan sejumlah alutsista udara yang menjadi bagian dari modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia.
