Jakarta, lajunetwork.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Banten terus memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan melalui penerapan sistem operasional terintegrasi di Pelabuhan Ciwandan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan sekaligus mendukung rantai pasok berbagai sektor industri yang bergantung pada arus logistik di kawasan Banten dan sekitarnya.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan proses operasional, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan solusi yang efektif bagi pengguna jasa.
“Momentum Hari Pelayanan Publik menjadi pengingat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi pelanggan. Kami berupaya memastikan setiap proses pelayanan berjalan efektif sehingga pengguna jasa dapat menjalankan aktivitas bisnisnya dengan lancar,” ujar Benny dalam keterangannya, Selasa.
Menurutnya, sistem operasional yang diterapkan saat ini dirancang agar mampu merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan tepat. Penerapan standar pelayanan dilakukan melalui indikator yang terukur berdasarkan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG), yang menjadi acuan dalam menjaga kualitas layanan di lingkungan pelabuhan.
Selain itu, dukungan fasilitas operasional yang memadai serta koordinasi antarlini pelayanan menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh proses kepelabuhanan berjalan secara efisien. Mulai dari pelayanan kapal yang bersandar, aktivitas bongkar muat barang, hingga penyelesaian administrasi dilakukan dengan sistem yang terintegrasi untuk meminimalkan hambatan operasional.
Sebagai salah satu pelabuhan strategis di Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang untuk berbagai sektor industri. Pelabuhan ini dilengkapi sembilan dermaga, yaitu Dermaga 1, Dermaga 2, Dermaga 3, Dermaga 4, Dermaga 5A, Dermaga 5B, Dermaga 5C, Dermaga 6, dan Dermaga 7.
Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan Pelabuhan Ciwandan melayani aktivitas bongkar muat berbagai komoditas dalam volume besar setiap harinya. Tingginya mobilitas barang menuntut tersedianya layanan yang cepat, akurat, dan fleksibel agar arus logistik dapat berlangsung tanpa gangguan.
Benny menjelaskan bahwa kelancaran operasional pelabuhan memiliki dampak langsung terhadap efisiensi rantai pasok nasional. Oleh karena itu, Pelindo terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan guna menjaga kepercayaan pelanggan dan mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Selain fokus pada pelayanan, Pelindo Regional 2 Banten juga menempatkan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Perusahaan secara konsisten menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional pelabuhan.
Penerapan budaya keselamatan tersebut tidak hanya bertujuan melindungi pekerja, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan berjalan aman dan berkelanjutan. Kepatuhan terhadap prosedur kerja serta prinsip kehati-hatian menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan yang diberikan kepada pengguna jasa.
“Kami meyakini bahwa pelayanan yang andal harus berjalan seiring dengan budaya keselamatan yang kuat. Karena itu, setiap aktivitas operasional dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap prosedur kerja dan prinsip kehati-hatian agar layanan dapat berlangsung aman, lancar, dan berkelanjutan,” kata Benny.
Melalui penguatan sistem pelayanan dan penerapan standar keselamatan yang konsisten, Pelindo Regional 2 Banten berharap Pelabuhan Ciwandan dapat terus meningkatkan perannya sebagai simpul logistik strategis nasional. Keandalan layanan pelabuhan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten dan wilayah sekitarnya.
Pada momentum Hari Pelayanan Publik, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem logistik nasional.
