Jakarta, lajunetwork.id – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih di berbagai lingkungan, mulai dari rumah, perkantoran, sekolah, tempat usaha, fasilitas umum, hingga kawasan permukiman selama 1–31 Agustus 2026. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar bentuk partisipasi dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol kecintaan terhadap Tanah Air dan penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Dari rumah, sekolah, kantor, hingga ruang-ruang publik, kibarkan Merah Putih sebagai semangat membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera,” ujar Nannie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut Nannie, semangat mengibarkan Merah Putih perlu dimaknai sebagai upaya memperkuat persatuan, nasionalisme, dan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat mendorong masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Selain mengajak masyarakat mengibarkan bendera, Kowani juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan peran sebagai ibu bangsa, pemersatu organisasi perempuan, sekaligus penggerak peradaban.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program yang terangkum dalam Gerakan Nasional 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, 1.000 Organisasi, 1.000 Komunitas, dan 1.000 Solusi.
Nannie menjelaskan, gerakan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045. Program itu juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap percepatan pencapaian Astacita.
Di bidang diplomasi budaya dan ketahanan pangan, Kowani turut mengajak masyarakat mendukung program Kowani Goes to UNESCO – Memory of the World serta Tempe Goes to UNESCO.
Menurut Nannie, kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan bangsa di tingkat global. Program Tempe Goes to UNESCO juga dinilai dapat mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia melalui pengakuan dan promosi warisan pangan nasional.
Sementara itu, pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana penyelenggaraan Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Pesta Rakyat akan digelar sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Sejumlah kegiatan hiburan, perlombaan rakyat, hingga pembagian makanan gratis akan menjadi bagian dari acara tersebut.
“Tanggal 17 Agustus sepanjang hari dari pagi sampai malam. Panitia juga mengadakan Pesta Rakyat di kawasan Monas. Dalam Pesta Rakyat itu, akan dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain perlombaan-perlombaan dengan berbagai hadiah menarik bagi masyarakat,” kata Juri dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Pemerintah menetapkan tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada kemandirian bangsa, pemerataan keadilan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, ajakan Kowani untuk mengibarkan Merah Putih sepanjang Agustus diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan gotong royong dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia.
